Acara Kuban ini, kami mengami tema “SABAR” yang memiliki akronim “Bersama Berbagi dengan Berkurban”. Tema ini mungkin untuk mengingatkan kita semua untuk selalu bersabar ditengah-tengah dampak pandemi ini dan untuk saling mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama pada kondisi krisis saat ini. Acara kurban ini, kami lakukan di dsn. Wening, Ds. Gunungsari. Kec Kasreman Kab. Ngawi. Yang terletak sekitar 20 Km dari pusat kota Ngawi.
Dibawah embun subuh, kami berkumpul di alun-alun ngawi, bersiap untu berangkat ke desa Dsn Wening. Namun tidak semua panita ikut dalam kloter ini, hanya ½ personil dari panita yang ikut berangkat. Matahari belum juga bangun dari tidurnya kami mulai beragkat dengan menembus dinginya pagi karena angin utara. Toleransi terhadap personil lainya kami sepakati, untuk mengizinkan mereka untuk berangakat setelah shlat idul adha, tidak mungkin bagi kami untuk penyuruh panitia yang berasal dari ujung kulon ngawi untuk berangkat setelah subuh juga. Karena selain jarak yang jauh namun juga karena banyaknya perempuan. Namun tak apa, toh mereka juga telah loyal pada acara ini.
Kami yang sudah tiba di dsn Wening Gunungsari terlebih dahulu, kami langsung bergabung untuk melaksanakan ibadah shlat idul adha bersama warga setempat. Kerukunan, keramahan dan keterbukaan mereka tunjukan menyambut kami, rasa hangat kami rasakan dibawah bayang-bayang dinginnya angin pagi. Ikut dalam tradisi masyarakat setempat untuk “bancaan” atau makan-makan bersama, kami menikmatinya, karena ini merupakan moment yang akan sulit kami dapatkan setelah, kita kembali ke Surabaya nantinya. Setelah “bancaan”, Anykharahma selaku ketupel acara ini melalukan perkenalan secara simbolis terhadap ketua takmir setempat.
Pukul 08.15, teman-teman panitia yang lain tiba. Lengkap sudah personil kami. Tanpa adanya komando, kamipun langsung mengerjakan jobdesk sesui yang telah direncanakan kemarin. Dengan membagi 2 kelompok besar kami membagi panitia untuk bergabung dalam penyembelihan hewan kurban dan membuat game untuk anak-anak. Antusiasme muncul dari anank-anak Dsn. Wening. Tawa, kecerian dan sedikit drama, Menghiasi jalannya acara ini, permainan untuk anak-anak mulai dari masukkan paku, memepecahkan balon hingga -----. Acara game untuk anak-anak ini ditutup dengan memberkan penghargaan. Ditempat lain proses penyembelihan hewan masih berlangsung gotong-royong antara warga setempat dan mahasiwa, menjadi moment kasatuan yang akan suit terlupakan. Mulai dari proses penyembelihan, pemotongan daging hingga pembagian daging, dilakuan secara bersam-sama. Bagi sebagian dari kami mungkin moment ini adalah yang pertamak kali yang dialami. Pendistribusian daging yang dilakukan setelah selesai sholat jumat. Pembagian daging kurban juga tidak kalah menarik, pengalaman yang akan sulit terlupakan karana dengan medan yang cukup berat ditambah jalan yang dapat dibilang buruk, membuat pendistribusian daging kurang berjalan lebih sulit. Namun hal tersebut seharusnya membuat kita tersadar bahwa kami masih beruntung, tinggal dikawan kota.
Penyerahan daging kurban secara simbolis yang dilanjutkan sesi makan-makan dan foto bersama menjadi rangkaian acara terakhir. Telah usai acara besar kami untuk hari ini. pengalaman dan kehangatan dari warga setempat, menikmati setiap proses dan rangkain acara yang telah terlewati menjadi kesan yang tak akan terlupakan.
Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari loyalitas dan solidaritas yang ditunjukan oleh semua panitia. Mualai dalam mencari Sponsorship dan mengajak kerasama dari berbagai pihak dan instansi, sehingga dapat memprsembahkan 12 kambing kurban kepada masyarakat Dsn. Wening. Kata terima kasih juga diberikan kepada para Alumni Forsmawi Surabaya yang menyempatkan diri untuk hadir pada acara kami.
… Terima kasih semua, untuk hari ini...
Satu Visi, Satu Misi, Untuk Ngawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar